Tag Archives: ADHD

16Mar/16
ADHD/Hiperaktif

Fakta Tentang ADHD/Hiperaktif

Perkembangan ADHD/Hiperaktif

10% dari anak tingkat sekolah dasar di Indonesia mengidap hiperaktif, jumlah itu berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2010. Di tahun 2015 ini tingkat anak hiperaktif bisa saja bertambah, angka ini kadang tidak dibarengi dengan pemahaman tentang hiperaktif itu sendiri. Sebagian besar orang tua bisa saja belum memahami betul tentang hiperaktif yang sering disebut Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) ini. Oleh karena itu ada baiknya orang tua mengetahui tentang ini lebih dalam, karena informasi ini bisa saja berguna bagi orang tua yang memiliki anak hiperaktif. Berikut fakta-fakta seputar hiperaktif.

Hiperaktif (ADHD) adalah gangguan yang nyata

Hampir seluruh tim medis, psikolog, dan organisasi akademisi di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa hiperaktif (ADHD) adalah jenis gangguan yang nyata. Penyakit ini merupakan brain-based medical disorder atau gangguan medis yang berpusat di otak, sindrom ini bertanggung jawab pada regulasi dari bagian spesifik fungsi otak dan berkaitan dengan prilaku.

Hiperaktif (ADHD) itu gangguan yang normal

Hiperaktif (ADHD) adalah gangguan yang normal dan tidak diskriminatif, gangguan ini dapat menjangkiti siapa saja. Tidak memandang umur, jenis kelamin, agama, atau keadaan ekonomi sosial. Di tahun 2011, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa jumlah anak penderita hiperaktif (ADHD) di Amerika Serikat saja telah menyentuh angka 9,5%. Jumlah anak laki-laki lebih banyak dua sampai tiga kali dibanding anak perempuan.

Pada dewasa, survei yang dilakukan oleh Harvard/NIMH National Comorbidity menemukan sekitar 4,4% orang dewasa umur 18-44 tahun mengidap gangguan ini di Amerika Serikat.

Mendiagnosis Hiperaktif/ADHD adalah proses yang komplex

Untukk mendiagnosis gangguan ADHD, pasien harus melalui tahap pemeriksaan yang panjang agar dapat mendeteksi gejala yang timbul. Pemeriksaan ini meliputi kehidupan sehari-hari, mulai dari pekerjaan, sekolah, sampai kerabat. Gejala yang timbul minimal enam bulan terlihat.

Untuk menyempurnakan pemeriksaan, kebanyakan gejala terlihat prilaku normal. Ditambahkan kondisi lain hingga menyerupai ADHD. Oleh karena itu, kemungkinan lain dari penyebab gejala yang timbul harus diperhitungkan sebelum menentukan diagnosis akhir; apakah ADHD atau bukan.

Hal yang membedakan gangguan hiperaktif atau ADHD dari gangguan lain adalah gangguan ini terjadi secara berlebihan, gangguan ini dapat merembet, dan berkelanjutan. Prilaku berubah total, dan muncul dalam berbagai keadaan. Gangguan ini terus muncul seumur hidup.

Hiperaktif

                  anak Hiperaktif

Gangguan kesehatan mental kadang muncul bersamaan dengan ADHD

  • Lebih dari 30% anak-anak dan 25-40% orang dewasa yang menderita ADHD memiliki Anxiety disorders.
  • Para ahli menyatakan lebih dari 70% penderita ADHD akan menjalani terapi depresi pada satu titik selama hidup mereka.
  • Gangguan tidur menjangkiti orang yang memiliki gangguan ADHD dua sampai tiga kali lebih sering ketimbang orang normal.

Memiliki anak yang menderita gangguan ADHD memang menjadi tantangan baru bagi banyak orang tua, tetapi ketahuilah bahwa keadaan ini bukan akhir segalanya. Orang tua masih bisa mengupayakan jalan keluar yang terbaik buat anak dengan ADHD. Salah satunya dengan memberikan penanganan yang tepat, telah banyak layanan yang tepat untuk anak dengan ADHD. Salah satunya yaitu Layanan Sunat Premium (http://sunatpremium.com/sunat-aman-untuk-anak-hiperaktif-dan-autisme/) milik Rumah Sunatan, anak dengan ADHD akan mendapatkan penanganan sunat yang tepat demi mengurangi rasa khawatir orang tua yang memiliki anak ADHD.